Senin, 24 Mei 2010

FilmKu

'SHREK FOREVER AFTER', Shrek dan Post Power Syndrome

Post Power Syndrome memang bukan masalah yang ringan. Sindrom hilangnya kekuasaan ini sering kali mengacaukan hidup seseorang dan itulah yang terjadi pada Shrek (Mike Myers) setelah ia memutuskan hidup tenang dan menikahi Putri Fiona (Cameron Diaz). Setelah berkeluarga, Shrek bukan lagi ogre yang ditakuti orang seperti dulu. Ia hanyalah pria biasa yang berusaha menjadi kepala rumah tangga yang baik.

SHREK FOREVER  AFTER

Suatu ketika masalah yang dihadapi Shrek ini tercium oleh Rumpelstiltskin (Walt Dohrn) yang segera saja memanfaatkan posisi lemah Shrek. Rumpelstiltskin mengatakan kalau ia bisa mengembalikan Shrek seperti dulu kala bila Shrek mau menandatangani perjanjian yang dibuat oleh Rumpelstiltskin.

Dalam sekejap mata Shrek berada di dunia lain yang sama sekali bertolak belakang dengan dunia yang ditinggali Shrek. Di dunia asing ini Rumpelstiltskin adalah seorang raja sementara Donkey (Eddie Murphy) adalah seekor keledai ilmuwan. Di dunia aneh ini Lord Farquaad (John Lithgow) ternyata masih hidup dan yang lebih parah lagi adalah kenyataan bahwa Fiona ternyata sama sekali tidak mengenal Shrek.

SHREK FOREVER  AFTER

Waktu Shrek tak banyak. Ia hanya akan ada sampai esok hari karena ternyata sebagai imbalan dari apa yang diberikannya, Rumpelstiltskin telah mengambil satu hari terpenting dalam hidup Shrek, hari kelahirannya. Kalau sampai matahari terbit esok hari Shrek tak berhasil mendapatkan ciuman Fiona maka dunia tak akan pernah mengenal Shrek lagi. Celakanya, jangankan bisa mencium Fiona, mendekatinya saja sudah susahnya bukan main.

Setelah mendulang cukup banyak dolar dari tiga film SHREK, DreamWorks memutuskan bagian keempat ini adalah bagian terakhir dari SHREK. Jarang ada studio yang berani 'membunuh' sebuah serial yang sangat menguntungkan. Tapi keputusan itu tak salah karena memperpanjang serial ini belum tentu bisa mendatangkan uang lebih banyak lagi.

SHREK FOREVER  AFTER

Nyatanya, sebagai sebuah bagian 'perpisahan', SHREK FOREVER AFTER ini memang layak diacungi jempol. Selain dari sisi visual yang jelas jadi lebih baik, kisah yang ditawarkan pun cukup menghibur. Ditambah lagi dengan para pengisi suara yang sepertinya sudah paham benar karakter masing-masing tokoh yang mereka bawakan, pas sudah SHREK FOREVER AFTER ini sebagai sebuah tontonan yang menghibur.

New Collection 2

Kasih Sayang Induk Hewan Pada Anaknya yang mengharukan






































Kalau saja kita melihat semua foto ini, lalu apa yang terlintas di benak kita semua? Binatang yang hanya dibekali naluri tanpa akal pikiran saja mampu melakukannya, lalu bagaimana dengan manusia?

Bagaimana bisa ada kisah seorang ibu membuang janin bayi yang dikandungnya lantaran membuat aib baginya, bagaimana bisa ada seorang ibu yang tega menganiaya anaknya. Semoga kita terhindar dari hal buruk seperti itu dan kembali hidup dalam kasih sayang.


Sumber : zonapencarian.blogspot.com

Stephen Hillenburg Si Pencipta Spongebob Squarepants



Namanya Stephen Hillenburg. Mr. Hillenburg ini adalah seorang ahli biologi kelautan dan seorang seniman yang sempat mengajar di Orange County Ocean Institute, Amerika Serikat.
Beliau punya hobi membuat gambar-gambar animasi. Oleh karenanya, ia belajar lebih serius lagi seputar dunia animasi. Dan tahun 1987, ia berhasil mendapatkan ijazah sarjana bidang animasi eksperimental dari California Institute of the Arts.
Nah, karena latar belakang pendidikan sebelumnya adalah biologi kelautan, akhirnya Mr. Hillenberg ini menciptakan tokoh kartun Spongebob Squarepant yang hidup di sebuah nanas di kedalaman laut.
Hingga saat ini, penggemar tokoh kartun buatannya itu ada di 170 negara. Bahkan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama pun mengakui bahwa karakter kartun TV ini adalah salah satu favoritnya, loh! Eh, tahu enggak sih? Dulu nih, Mr. Hillenburg ini sempat enggak yakin kalau tokoh kartun buatannya ini bakal sukses.
Karena saking enggak yakinnya, dia pergi ke sebuah desa di Sumatera, Indonesia sebelum Spongebob sukses seperti sekarang ini.
Di desa kecil di Sumatera itu, dia melihat seorang gadis kecil memakai tas sekolah bergambar Spongebob.
Nah, sejak saat itu, Mr. Hillenburg yakin banget, kalau Spongebob akan sukses suatu hari nanti.
Dan harapannya itu sudah terbukti sekarang, kan? Siapa sih, yang enggak kenal Spongebob dan kawan-kawannya? Hihih.. Selamat ya, Mr. Hillenburg!

Minggu, 23 Mei 2010

New Collections ^_^

KERANGKA PUTERI DUYUNG !

TOLONG MAK ...!!

BINATANG PELIHARAAN !

DISERUDUK BANTENG !

OHH ..... MOBILKU !!

PESTA TOMAT

-
-

-

-

LOVE !

LOVE !

Cinta tak hanya terikat dalam satu jalinan kasing sayang antara dua sejoli yang saling mencintai,tapi juga bagi alam yang mensyukuri nikmat yang diberikan Allah Swt.

57 Makam Kuno Mesir Ditemukan

Sebuah mumi dari kuburan di Mesir yang diduga telah berumur 2.600 tahun

VIVAnews - Sebanyak 57 makam kuno Mesir ditemukan. Sebagian besar berupa peti mayat dari kayu berhias corak dengan mumi di dalamnya.

Seperti diberitakan Associated Press (AP) edisi Minggu 23 Mei 2010, penemuan ini memberi pengetahuan baru khazanah kepercayaan kuno Mesir.

Penemuan arkeolog itu disampaikan Dewan Tertinggi Barang Antik Mesir. Dewan menjelaskan, kuburan paling tua bertanggal sekitar 2750 tahun sebelum masehi.

Pada periode itu diperkirakan pada masa dinasti pertama dan kedua Mesir. Sebanyak 12 diantaranya diketahui merupakan makam penguasa dinasti ke-18 yang memerintah Mesir pada abad Kedua sebelum masehi.

Kepala Arkeologi Mesir Zahi Hawass mengatakan, mumi-mumi yang berasal dari dinasti ke-18 ditutupi dalam linen bertuliskan mantra dari Kitab Kematian. Mumi-mumi itu juga diberi gambar sosok dewa-dewa kuno Mesir.

Abdel Rahman El-Aydi, kepala misi penemuan arkeologi mengatakan hal serupa. Bahwa makam-makam itu dihiasi dengan teks religius. Menurut kepercayaan Mesir Kuno, teks itu akan membantu arwah agar tidak tersesat ke alam neraka.

Pada 31 kuburan bertanggal antara 2030-1840 sebelum masehi, arkeolog menemukan gambar dewa-dewa kuno Mesir yang berbeda. Dewa-dewa itu seperti Horus, Hathor, Khnum, dan Amun, sebagai hiasan.

Dewan juga mengatakan penemuan ini didapat dari penggalian di Lahoun, Fayoum. Lokasinya, berjarak sekitar 70 mil atau sekitar 100 kilometer sebelah selatan Kairo. Tahun lalu, sebanyak 53 makam batu dengan beragam tanggal masa-masa kuno juga ditemukan di wilayah itu. (jn)

REVIEW : HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE

REVIEW : HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE

Sebagai salah satu Potter’s freak fans, begitu denger kabar kalo sekuel keenam Harry Potter : Harry Potter and The Half-Blood Prince akan rilis di Indonesia 16 Juli 2009 kemaren, aku langsung berniat untuk nonton premiernya! HARUS! :D Waktu itu aku dan si pacar udah janjian mau nobar bareng temen-temennya si pacar. Ternyata eh ternyata, dua hari sebelum rilis, konter tiket khusus film Harry Potter and The Half-Blood Prince udah dibuka di Ciwalk XXI dan beberapa bioskop lainnya di Bandung. Aku dikasi tau sama temennya si pacar itu dan dia bilang, untuk pemutaran hari Kamis, 16 Juli 2009, udah pada full.

Pas dapet informasi tsb, aku dan si pacar langsung tancap gas ke Ciwalk XXI. Dan benar sekali sodara-sodara! Di konter khusus Harry Potter untuk tanggal 16-20 Juli 2009, antriannya udah kayak ULAR! Panjang banget. Buset dah. Tapi berhubung aku udah niatin banget pengen bisa nonton pas rilis, yauda aku coba untuk ikutan ngantri. Berharap lagi mujur, trus dapet deh tiketnya, minimal buat dua orang lah hehehe :D

Dan, alhamdulillah.. usaha kita untuk ngantri ga sia-sia. Kita berdua dapet tiket di posisi yang pas! Dan di jam paling pagi pula, jam 12 siang! Hahahaha :lol: Itu artinya, aku akan nonton film Harry Potter and The Half-Blood Prince ini, di hari pertama rilis di Indonesia, dan di pemutaran perdana di Ciwalk XXI, atau (mungkin) juga di Indonesia!! Yippieeee… Seneng banget. Rasanya ituuu, PUAS banget! Hehehe :mrgreen:

Anyway, film Harry Potter sekuel yang keenam ini, menurut aku sekuel yang paling bagus di antara semua sekuel Harry Potter yang lain. Berdasarkan rating di IMDB.com juga film ini berhasil memperoleh rating 8,3 yang artinya ada kemungkinan untuk bisa masuk di jajaran IMDB Top 250 film. Dan juga di Rottentomatoes.com, film yang berdurasi kurang lebih 2 1/2 jam ini mendapatkan rating 86%, di mana di RT ini, yang banyak ngevote adalah orang-orang yang ahli di dunia perfilman, so bisa dipastikan terpercaya :)

So far, setelah aku nonton filmnya, aku ngerasa SANGAT PUAS! Terlebih karna sekuel sebelumnya, Harry Potter and The Order of Phoenix, menurut aku jelek banget! Di sekuel tersebut karakter tokohnya ga dapet, terutama karakter si Prof. Dolores Jane Umbridge. Sementara di sekuel yang keenam ini, aku melihat semua karakter udah dengan porsi yang pas. Ga ada yang kurang, ga ada yang kelebihan, semuanya PAS :) Aku ngerasa David Yates udah memperbaiki kesalahannya dan mengobati kekecewaan penonton pada film HP 5 :D

Tapi yang namanya film yang diangkat dari novel, so pasti ga akan sama persis dengan novelnya. Ga semua poin yang ada di novel harus diceritakan di film. Dan secara logika sangat mustahil, novel dengan tebal kurang lebih 800 halaman dibuat ke dalam film berdurasi kurang lebih 2 1/2 jam secara utuh, tanpa kecacatan! Pastinya ada beberapa hal yang akan dihilangkan atau dikurangi porsinya. Dan itu semua aku rasa, ga ikut mengurangi kualitas dan esensi filmnya :)

Seperti di film HP 6 ini, ada beberapa kisah tentang keluarga Tom Riddle yang gak diungkap secara detail di filmnya, kemudian juga petualangan pencarian horcrux yang (mungkin) dianggap kurang mendebarkan. Tapi bagi aku, semua udah kerasa pas, karena yang aku tangkap dari nonton film HP 6 ini adalah lebih ke penekanan bahwa Lord Voldemort telah kembali, dan petualangan para auror dalam mencari & memusnahkan horcrux beserta para death eater yang akan segera dimulai :mrgreen: Dari awal, kalo masalah isi cerita, aku emang udah siap mental untuk kecewa, karna dari film pertama sampe film yang keenam ini emang isi ceritanya ga sama persis dengan yang di buku. Tapi dari segi visualisasi dan efek-efek yang digunakan, menurut aku : SOO AWESOME!! Dan bikin nilai jual film ini lebih tinggi dari saudara-saudaranya :D

Dan ending yang (mungkin) dirasakan ngegantung oleh banyak orang. Menurut aku, ga terlalu ngegantung juga sih, soalnya kan di buku emang itu inti ceritanya. Pencarian horcrux ketiga yang ternyata palsu, Dumbledore meninggal, pertahanan Hogwarts hancur, dan petualangan Harry Hermione Ron beserta para auror yang akan segera dimulai di buku ke-7. So, ending seperti itu justru bikin aku jadi penasaran pada sekuel yang ke-7. Mudah-mudahan kualitasnya semakin baik dari yang ke-6 ini, dan bisa menutup kisah Harry Potter dengan megah dan mengesankan :)

Oh iya, satu hal yang mungkin aku rasa kurang dari film ini adalah pada scene pemakaman Albus Dumbledore, kok rasanya kurang megah yah? Seorang penyihir hebat seperti Dumbledore, tapi penghormatan yang di film cuma sebatas pengangkatan tongkat sihir doang. Harusnya bisa lebih dahsyat nih, biar emosi penonton semakin membludak! Hehehe. Tapi ga apa, ini masih lebih baik daripada scene kematian Sirius Black di film HP 5 :D

Aku kasi film Harry Potter and The Half-Blood Prince ini dengan rating 8,5 :)